Mar 07

Video : Penampakan UFO Siang Hari Di Bulan Februari 2013

type=’html’>

Astronesia-Berikut ini adalah video penampakan objek yang tak dikenal yang di unggah ke Youtube oleh akun yang bernama Brian Mcphee. Video ini diambil pada tanggal 2 Februari 2013.
Berikut kutipannya :
Saya memfilmkan obyek besar terbang dari timur lalu berbelok ke barat.Objek besar itu memancarkan cahaya putih yang terang,kemudian salah satu objek terbagi menjadi 2 lalu menjadi 3,kemudian bersatu kembali.Saya tidak tahu benda apa itu,mungkin saja UFO,drone atau pesawat canggih model baru.Biarkan anda yang memutuskan”.

Sumber referensi : Youtube.com

View the original article here

Mar 07

Penampakan UFO Muncul Di Dekat Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)

type=’html’>

Astronesia-Tahun 2012 berakhir dan tahun 2013 dimulai, banyak laporan penampakan UFO dari seluruh dunia tapi bagaimana benda-benda yang tak dikenal diduga terlihat di ruang angkasa dekat Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang berjarak ratusan mil dari Bumi.
Video yang di posting di Youtube menampilkan gambar yang diambil oleh kamera NASA di ISS menunjukkan bentuk objek yang berbeda,beberapa bergerak sangat lambat dan yang lainnya bergerak dengan cepat meluncur di ruang angkasa.
http://astronesia.blogspot.com/
Apa yang terjadi, apakah pesawat alien mampir berkunjungan di ISS?ataukah hanya refleksi cahaya dari jendela ISS,atau meteor,atau bisa juga hasil dari puing-puing pesawat ruang angkasa (sampah antariksa) yang mengorbit bumi yang bergerak cepat.

Pada hari Natal,User Youtube Streetcap1 memposting sebuah rekaman video benda keperakan, bergerak perlahan-lahan dekat lengkungan bumi.

Streetcap1 juga menulis ada dua benda yang mengikuti ISS, satu berbentuk bulat dan yang satunya berbentuk cakram di luar ISS pada malam tahun baru.Apakah itu hanya refleksi di jendala ISS belaka?

Seharusnya tidak mengherankan bahwa hanya setengah abad kemudian, banyak orang menonton video YouTube dan masih benar-benar bingung dengan apa yang mereka lihat dan pahamikata Oberg kepada The Huffington Post lewat email.

Oberg tidak memberikan banyak kepercayaan untuk setiap spekulasi bahwa benda terbang tak dikenal di dekat ISS berasal dari peradaban alien.Tapi dia juga merasa penting bagi orang untuk terus melihat feed kamera yang dapat menghasilkan informasi visual yang dapat membantu mencegah masalah teknis potensial di ISS.
Alasannya adalah, selalu ada kesempatan nyata bahwa hal itu bisa menjadi anomali asli, baik kerusakan pesawat ruang angkasa atau ancaman lainnya, yang diharapkan atau tidak terduga.Di masa lalu, misi telah gagal karena petunjuk yang seharusnya melihat keluar jendela diabaikan“.
Berikut ini adalah video yang di duga UFO terbang di sekitar Bumi seperti yang terlihat dari ruang angkasa dan diposting oleh pengguna YouTube danielofdoriaa.Apakah ini meteor atau puing-puing pesawat ruang angkasa?

Jika Anda ingin bergabung dalam perburuan UFO di ruang angkasa, klik di sini untuk mendapatkan gambaran live dari NASA di ISS.Semoga berhasil menemukan hal-hal yang menarik dan sukses buat perburuan anda. SEMANGAT :)

Sumber:  Huffington Post

Follow kami : @Astronesia_Blog

View the original article here

Mar 07

Isu Bumi Gelap 23-25 Desember Tidak Berdasar

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Rumor yang santer dibicarakan jika pada 23-25 Desember 2012 bumi akan mengamali Blackout/penggelapan, dinilai tidak berdasar. Ini dikarenakan sepanjang sejarah bumi belum pernah terjadi delapan planet termasuk bumi berada pada posisi sejajar/segaris dengan matahari. 

“Belum pernah terjadi delapan planet di sistim tata surya posisinya sejajar. Dan kalaupun sejajar tidak akan berdampak kepada terjadinya Blackout,” terang Peneliti Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Evan Irawan Akbar, di Kamis (20/12/2012).
 
Menurutnya, proses sejajarnya planet pernah hampir terjadi pada 1962 dan Mei 2000. Namun itupun hanya hampir terjadi kepada lima planet yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, dan Jupiter.

Sulitnya kesejajaran itu terwujud karena kecepatan masing-masing planet berbeda-beda. Sehingga butuh waktu triliunan-triliunan tahun untuk sampai tiba pada kondisi dimana delapan planet bisa sejajar. 

“Jika itu terjadi maka dampaknya hanya akan terjadi pada kekuatan gravitasi di bumi, bukan kepada gelapnya alam semestas,” sambungnya.

Ditambahkannya, NASA secara jelas sudah mengeluarkan pernyataan jika isu 23-25 Desember 2012 bumi akan gelap tidak betul. Bahkan bumi akan aman untuk kurun waktu 4 miliar tahun ke depan.

Sehingga sejajarnya alam semesta tidak perlu dikhawatirkan. Bahkan sepanjang 2013 tidak ada tanda gejala alam yang mengancam bumi. Siklus tahunan rutin seperti dua kali gerhana bulan dan 10 kali hujan meteor akan terjadi seperti di 2012. 

“Kalaupun ada yang berbeda adalah melintasnya komet terang di akhir 2013 dan melintasnya asteroid pada Februari 2013. Namun asteroid itu tidak akan menabrak bumi karena lintasannya berjarak 3,5 kali bumi-bulan,” pungkasnya.

Sumber: Okezone.com

View the original article here

Mar 07

Kiamat 2012, Hanya Satu Warga Kanada yang Selamat?

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi
Astronesia-Kalau saja ramalan kiamat 21 Desember 2012 benar, sudah waktunya bagi makhluk bumi untuk menghitung hari. Dan bila dunia benar-benar berakhir pada tanggal itu, kemungkinan hanya ada satu orang Kanada yang selamat. Setidaknya begitu menurut situs berita Metro News Canada.

Orang yang dimaksud adalah Chris Hadfield. Dan ia diperkirakan selamat dari kiamat karena pada waktu itu ayah tiga anak ini tengah berada di ruang angkasa. “Ya, Hadfield adalah seorang astronaut,” tulis Metro News Canada, Selasa, 11 Desember 2012.

Pada Rabu, 19 Desember 2012, Hadfield dijadwalkan tinggal landas dalam kapsul ruang angkasa Rusia. Dan ia tidak sendiri, namun bertiga dengan rekannya asal Rusia. Bila tidak ada hambatan, tulis Metro News Canada, Hadfield akan sampai di Stasiun Ruang Angkasa Internasional pada Jumat, 21 Desember 2012. “Bertepatan dengan hari kiamat.”

Hadfield sendiri tidak percaya akan nubuat hari kiamat. Menurut dia, ramalan itu hanya omong kosong. “Tapi lucu juga untuk jadi bahan obrolan,” kata Hadfield.

Meski tidak mempercayai ramalan itu, Hadfield telah berbicara dengan teman-temannya soal berbagai hal yang mungkin terjadi. Dan yang dikhawatirkan: adanya anggota keluarga yang sakit, meninggal, atau terluka selama ia berada di ruang angkasa.

“Kondisi itu akan sangat sulit bagi kami, para astronaut dan kosmonaut,” kata Hadfield. “Berada di ruang tertutup tanpa bisa melakukan apa-apa bagi keluarga, itu menyiksa.”

Prediksi kiamat 21 Desember 2012 dicetuskan seorang hippies, Jose Arguelles, penulis buku The Mayan Factor. Dalam buku terbitan 1987 itu, Arguelles mengklaim dirinya telah berkomunikasi dengan roh raja suku Maya dari abad ketujuh. Hasil perbincangannya, Arguelles menyebut 21 Desember 2012 sebagai akhir dari perjalanan waktu.

Tafsir Arguelles itu mendapat sanggahan banyak pihak. Seperti NASA, sesepuh suku Maya, ilmuwan, dan ulama Islam.

Sumber: Tempo.co

View the original article here

Mar 07

Video: Saat Lubang Hitam Bersendawa

type=’html’>

Ilustrasi

Astronesia-Sebuah lubang hitam yang sedang makan di galaksi besar terdekat, Andromeda, bersendawa mengeluarkan sebuah ledakan sinar-X yang terang. Sendawa kosmik ini membuktikan bahwa lubang hitam ini relatif kecil, sekitar 10x massa matahari kita,Ilmuan melihat lubang hitam ini mengeluarkan ledakan cahaya ultraluminous X-ray ((ULX’s).
Berikut Videonya:

Sumber: Space.com

View the original article here

Mar 07

Ilmuwan NASA Menemukan Sabuk Asteroid Yang Mengorbit Bintang Vega

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi sabuk asteroid yang mengelilingi Bintang Vega
Astronesia-Sebuah tim astronom AS telah menemukan apa yang terlihat sebagai sabuk asteroid besar yang mengorbit di sekitar Vega, bintang kedua paling terang di langit utara, dan pejabat NASA mengumumkan penemuan ini pada hari Selasa.
Menggunakan data yang diperoleh dari Spitzer Space Telescope dan European Space Agency (ESA) Herschel Space Observatory, para peneliti menemukan cahaya inframerah yang dipancarkan oleh debu hangat dan dingin sabuk di sekitar Vega dan Fomalhaut, kedua bintang yang dikenal memiliki sabuk puing-puing disekitarnya.
Teleskop Herschel dan Spitzer dengan menggunakan cahaya infra merah menemukan sabuk asteroid baru di sekitar Vega,kata peneliti dalam sebuah pernyataan.Arsitektur ini mirip dengan asteroid dan sabuk Kuiper di tata surya kita, tambah mereka.
Penemuan ini dipresentasikan pada pertemuan Astronomical Society Amerika (AAS) di Long Beach, California, dan juga akan di jelaskan secara rinci di Astrophysical Journal. 
Penulis utama dari Universitas Arizona, astronom Kate Su mengatakan bahwa penelitian timnya membantu untuk mengkonfirmasi bahwa beberapa sistem planet relatif umum di luar tata surya kita.Meskipun sama ada juga beberapa perbedaan utama antara Vega dan sabuk Formalhaut kata para ilmuwan NASA.
Sabuk di kedua bintang,di dalam dan luar berisi material jauh lebih banyak dari sabuk asteroid dan sabuk kuiper di tatasurya kita,mungkin karena sabuk di bintang itu lebih muda dan dibentuk oleh awan gas dan debu yang lebih masif dari tatasurya kita.
http://astronesia.blogspot.com/
Para astronom telah menemukan apa yang tampaknya menjadi sabuk asteroid besar di sekitar bintang terang Vega, seperti yang digambarkan di sebelah kiri
Kesenjangan antara puing sabuk di dalam dan luar untuk bintang Vega dan Fomalhaut juga proporsional sesuai dengan jarak antara matahari,sabuk asteroid dan sabuk kuiper”,kata ilmuwan NASA.Jarak ini berhasil dengan rasio sekitar 1:10, dengan sabuk luar 10 kali lebih jauh dari bintang induknya dari pada sabuk sebelah dalam,tambahnya.
Adapun kesenjangan yang besar antara kedua sabuk, kemungkinan terjadi karena adanya sebuah planet seukuran Jupiter menciptakan zona bebas debu antara kedua sabuk.Sebuah sistem perbandingan yang baik adalah bintang HR 8799,yang dikenal memiliki empat planet yang menyapu ruang antara dua disk serupa dengan sabuk puing-puing, tambah mereka.
Kesenjangan yang besar antara sabuk hangat dan dingin menunjukkan bahwa mungkin ada lebih dari satu planet yang mengorbit disekitar Vega dan Fomalhaut, kata Su.

Sumber: Redorbit

View the original article here

Mar 07

Gambar Hari Ini : Galaksi Spiral NGC 3190

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Klik gambar untuk memperbesar

Astronesia-Beberapa galaksi spiral hampir menyamping jika dilihat dari Bumi.Salah satu galaksi tersebut  adalah NGC 3190,anggota terbesar dari Grup Hickson 44,salah satu kelompok galaksi yang dekat dengan kelompok lokal galaksi kita.
Gambar diatas menunjukkan jalur debu bertekstur halus mengelilingi pusat cakram yang bersinar cerah dan indah.Interaksi gravitasi dengan anggota lain dari kelompoknya mungkin telah menyebabkan lengan spiral NGC 3190 muncul asimetris di sekitar pusat, sementara piringan galaksi juga muncul melengkung.
NGC 3190 memiliki jarak 80 juta tahun cahaya dan mencakup wilayah sekitar 75.000 tahun cahaya dan terlihat dengan teleskop kecil menuju konstelasi Singa (Leo).

Sumber: Apod-NASA

View the original article here

Mar 07

Video Terakhir Dari Satelit Kembar Yang Di Hancurkan Di Bulan Mengungkap “Jerawat” Bulan

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Wahana antariksa NASA, Ebb dan Flow, yang tergabung dalam misi GRAIL.

Astronesia-Wahana antariksa Ebb dan Flow usai menuntaskan misinya mengelilingi Bulan pada 17 Desember 2012 lalu. Kedua wahana yang tergabung dalam misi Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL) tersebut “bunuh diri” dengan menabrakkan diri ke kawah Bulan.
Senin (14/1/2013), Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis video terakhir yang diambil wahana Ebb saat mengelilingi Bulan. Video tersebut diambil 3 hari sebelum wahana itu bunuh diri, pada 14 Desember 2012.
Dalam video tersebut, tampak permukaan Bulan yang tak rata, seperti wajah yang penuh jerawat. Ebb menunjukkan, Bulan memang mengalami masa-masa “keras” dimana banyak benda langit seperti asteroid menumbuknya selama miliaran tahun. Video itu berdurasi dua menit.
Saat video tersebut diambil, Ebb tengah mengitari Bulan pada ketinggian 10 km. Video diambil dengan kamera MoonKAM (Moon Knowledge Acquired by Middle school students). Ebb tengah berada di atas belahan utara Bulan, di dekat kawah yang bernama Jackson.
Diluncurkan pada September 2011, Ebb dan Flow memiliki beberapa pencapaian, diantaranya memetakan gravitasi Bulan. Misi Ebb dan Flow harus berakhir karena bahan bakar yang habis. Keduanya bunuh diri di wilayah bernama Sally Ride, nama tempat yang diambil berdasarkan nama astronot perempuan NASA yang meninggal Juli 2012 lalu.

Follow kami : Astronesia_Blog

Sumber: Space.com

View the original article here

Mar 07

Panorama Gugus Bintang Globular 47 Tucanae Di Dekat Awan Magellan Kecil

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Gugus bintang globular 47 Tucanae adalah sebuah permata dari langit selatan. Juga dikenal sebagai NGC 104, itu menjelajah halo dari Galaksi Bima Sakti kita bersama dengan sekitar 200 gugus bintang lainnya.Globular cluster dengan terang kedua(setelah Omega Centauri) seperti yang terlihat dari Bumi terletak sekitar 13.000 tahun cahaya dan dapat dilihat dengan langsung di dekat Small Magellanic Cloud (SMC)/Awan magellan kecil dalam konstelasi Toucan.
Sedangkan jarak SMC adalah sekitar 210.000 tahun cahaya, sebuah galaksi satelit dari Bima Sakti kita dan secara fisik dekat dengan 47 Tuc.Bintang di pinggiran SMC terlihat di kiri atas ini dari Pemandangan langit selatan yang luas.Di sebelah kanan bawah dengan sekitar diameter yang sama dengan Full Moon, klaster 47 Tuc yang padat terdiri dari beberapa juta bintang dalam volume hanya sekitar 120 tahun cahaya.
Jauh dari inti klaster yang cerah, raksasa merah 47 Tuc mudah untuk dikenali dengan bintang yang berwarna kekuningan.Globular klaster 47 Tuc juga rumah bagi x-ray eksotis sistem bintang biner.

Sumber: Apod-NASA

View the original article here

Mar 07

Inilah Penjelasan NASA Soal ‘Blackout’ Bumi

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi
Astronesia-Lembaga Peneliti Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration atau NASA) memberi penjelasan soal isu bumi akan gelap total atau blackout. Menurut NASA, wacana aneh tersebut tidak memiliki landasan yang kuat.

Saat ini beredar kabar bahwa pada tanggal 23-25 Desember 2012 bumi akan gelap total. Alasannya, matahari dan planet-planet dalam posisi sejajar, sehingga planet yang posisinya setelah Merkurius akan gelap.

Teori “aneh” tersebut diperkuat dengan wacana posisi matahari yang akan dekat dengan pusat galaksi pada tanggal 21 Desember, adanya fenomena titik balik matahari musim dingin di belahan bumi utara, dan matahari yang terhalang awan debu tebal. Dengan demikian, menghasilkan sebuah wacana yang, menurut NASA, sama sekali tidak masuk akal, yaitu bumi gelap total.

NASA memastikan bahwa memang ada kondisi saat planet-planet sejajar. Hanya, kondisi seperti ini termasuk normal dan tidak akan menghasilkan kejadian apa pun. Berikut ini penjelasan NASA, seperti dikutip dari situs resminya pada Senin, 24 Desember 2012, soal rumor blackout.

Pertama, NASA merilis bahwa titik balik matahari sama sekali tidak berkorelasi dengan setiap gerakan bintang dan planet di alam semesta.

Kedua, bumi tidak berada pada jangkauan efek gravitasi dari lubang hitam yang ada di pusat galaksi Bima Sakti, orbit bumi. Jarak bumi dengan lubang hitam adalah 165 mil kuadriliun. Sedangkan selama ini, meskipun memiliki masa lebih kecil dari lubang hitam, gravitasi di bumi dominan matahari. Tetapi, dengan jarak 93 juta mil dari matahari, bumi tidak pernah terpengaruh.

Ketiga, setiap tahun memang ada fase saat matahari memasuki lintasan dark rift, dan kejadian kali ini pun bukan pertanda apa-apa. Lantas, apa itu dark rift? Bagian ini juga yang menurut NASA kerap diributkan orang serta melahirkan teori “aneh”.

Dark rift adalah awan debu tebal yang mengisi galaksi. Dengan mata telanjang, orang hanya melihatnya sebagai awan gelap atau redup. Padahal, dengan teleskop inframerah, awan yang berisi kumpulan debu ini akan terlihat dengan jelas. Kumpulan debu tebal ini membentang dari rasi bintang Cygnus ke Sagitarius.

Ada fase ketika matahari, menurut NASA, memang akan memasuki jalur ini. Hanya, fenomena ini wajar tiap tahun di waktu yang sama, dan tidak akan terjadi apa-apa.

Sumber: Tempo.co

View the original article here

Mar 07

UFO Ditemukan Dalam Foto Misi Apollo 14 Tapi NASA Menghapus Foto Itu Di Situsnya

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Lagi dan lagi,berita tentang penampakan objek tak di kenal (UFO) kembali ditemukan dalam berkas foto lama NASA.
Seperti yang dilansir dari Ufosightingdaily.com,Warring menemukan foto ini saat melihat foto lama dari misi Apollo 14 di Bulan.Disitu dia menemukan foto mencurigakan,dia kira objek dalam foto tersebut merupakan noda dari film saat pengambilan gambar tapi setelah di perbesar 20x barulah tampak objek itu merupakan sebuah benda.”Pada awalnya saya pikir itu adalah cacat di foto, maka saya perbesar 20X dan melihat detail pada kotak hitam kotoran itu diatasi dan bawah ke dalam kegelapan berarti ini bukan kesalahan dalam foto“.

http://astronesia.blogspot.com/

Dalam gambar itu terdapat lubang yang gelap ,apa bila anda zoom di dalam lubang itu tampak seperti memiliki dua lengan.Lengan pertama menandakan pukul 11 dan lengan kedua menunjuk jam 3.Anehnya lubang itu terdapat di dua lokasi  foto NASA yang berbeda. Namun mereka sama-sama memiliki lengan di dalamnya.

http://astronesia.blogspot.com/


Foto kedua menunjukkan hal yang sama namun dengan disk keluar dari dalamnya.Ufo ini berada di antara garis gelap dan terang pada gambar itu,yang artinya benda ini asli saat foto itu di ambil.Perhatikan juga kelengkungan tanahnya dalam foto bergambar hitam.


Foto Apollo 14 ini berlabel AS14-80-10468 dan AS14-80-10511.Tapi sayang,anda sudah tidak bisa menemukannya lagi dalam file NASA sebab foto itu sudah di hapus dari websitenya.NASA hanya menampilkan foto Apollo 14 dari label AS14-64-9046 sampai dengan AS14-78-10399.
Ada apa ini,kenapa NASA menghapusnya? apakah NASA merahasiakan sesuatu atau apa? kenapa sekarang ini sudah tidak ada lagi yang mendarat di Bulan.apa ada sesuatu yang di sembunyikan di bulan?
Menurut Scott C Warring,Bulan kita mungkin Stasiun bagi UFO.
Foto Misi Apollo 14 dari web NASA (fotonya sudah dihapus) http://www.lpi.usra.edu/resources/apollo/catalog/70mm/mission/?14
Tapi anda dapat melihatnya dari web yang menampilkan foto-foto misi Apollo 14  http://keithlaney.net/ApolloOrbitalimages/AS14/AS14-80-10511.jpg
Foto di sini masih ada, tapi jika gambarnya di klik sudah tidak bisa terakses lagi. http://www.lunexit.it/gallery/thumbnails.php?album=64&page=3

  
Follow Twitter kami di @Astronesia_blog

Sumber: Ufosightingdaily 


View the original article here

Mar 07

Ada 100 Miliar Planet Alien di Galaksi Kita

type=’html’>

Ilustrasi
Astronesia-Studi terbaru menunjukkan bahwa planet alien, sebutan untuk planet di luar tata surya, di galaksi Bimasakti sangat melimpah. Jumlahnya mencapai paling tidak 100 miliar planet!

“Itu jumlah yang mengejutkan jika Anda memikirkannya. Pada dasarnya, ada paling tidak satu planet per bintang,” ungkap pimpinan studi, Jonathan Swift, dari California Institute of Technology di California, seperti dikutip Space, Rabu (2/1/2012).

Kesimpulan tersebut diungkapkan setelah Swift mempelajari tata surya Kepler 32 yang berjarak 915 tahun cahaya dari Bumi. Tata surya itu sendiri sebelumnya ditemukan lewat pengamatan dengan teleskop Kepler.

Tata surya Kepler 32 memiliki induk katai M, bintang yang lebih kecil dan dingin daripada Matahari. Menurut penelitian sebelumnya, katai M adalah bintang yang paling umum terdapat di Bimasakti.

Sejauh ini, ada lima planet yang mengorbit Kepler 32. Seluruh planet mengorbit bintangnya dari jarak yang relatif dekat. Astronom berpendapat, tata surya Kepler 32 merepresentasikan tata surya lain di Bimasakti.

Penemuan planet dengan teleskop Kepler dilakukan dengan metode transit. Riset bisa dilakukan jika bintang atau planet sedang menghadap ke teleskop. Keberadaan planet diketahui lewat kedipan cahaya bintang.

Dalam riset ini, Swift melakukan perhitungan, seberapa besar kemungkinan bintang dan planet menghadap teleskop. Lewat perhitungan jumlah selanjutnya didapati bahwa jumlah planet alien di Bimasakti mencapai 100 miliar.

Jumlah 100 miliar tersebut hanya merujuk pada eksoplanet yang mengorbit katai M. Jika ditotal dengan yang mengorbit bintang jenis lain, jumlahnya bisa mencapai 200 miliar.

Studi dipublikasikan di Astrophysical Journal, kemarin. Studi ini juga mengonfirmasi tiga planet di tata surya Kepler 32, masing-masing memiliki diameter antara 0,8-2,7 kali Bumi. Semua planet mengorbit dalam radius jarak 16 juta km dari bintangnya. Bumi sendiri mengorbit Matahari dari jarak 150 juta km.

Sumber: Kompas.com

View the original article here

Mar 07

Pakaian Astronot NASA Mirip Kostum Toy Story

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA) kabarnya tengah mengusung purwarupa untuk spacesuit atau pakaian angkasawan baru. Sekilas, tampilan busana astronot ini mirip dengan Buzz Lightyear dalam film animasi Toy Story.

Dilansir MSN, Jumat (21/12/2012), pakaian angkasawan ini mengedepankan fleksibilitas, yang dibalut dengan warna putih serta hijau muda. Busana tersebut, yang dikenal dengan kode nama Z-1, dirancang tidak hanya memberikan kenyamanan bagi astronot, tetapi juga memungkinkan baginya untuk lebih lincah bermanuver ketika berada di luar angkasa.

Selain itu, pakaian luar angkasa ini juga mampu memberikan keleluasaan ketika bergerak, serta lebih gesit ketika berjalan di permukaan planet. Pakaian antariksa yang digunakan saat ini, dikenal dengan nama EMU (Extravehicular Mobility Unit), yang didesain untuk membantu pekerjaan di International Space Station (ISS).

NASA merancang Z-1 untuk dapat mendukung astronot ketika berada dalam misi luar angkasa. Jika astronot di luncurkan ke asteroid atau Mars, NASA ingin memastikan bahwa astronot tersebut terlindungi dari radiasi latar belakang serta masih dapat bergerak ke sekitar permukaan planet.

Amy Ross, insinyur NASA yang mengembangkan pakaian angkasawan terbaru ini mengatakan, salah satu perbedaan besar ialah dalam segi kepraktisan ketika mengenakan Z-1 ketimbang EMU. “Kami pikir ini akan mengurangi terhadap cedera. Khususnya, cedera bahu, di mana ini bisa terjadi dengan metode EMU,” jelasnya.

NASA juga sedang mengembangkan backpack pendukung astronot yang dinamakan PLSS 2.0, sehingga memungkinkan astronot untuk berada lebih lama di luar angkasa (spacewalks). Kabarnya, Z-1 akan menjadi pakaian angkasawan yang resmi dikenakan astronot NASA untuk misi luar angkasa di 2015.

Sumber: Okezone.com

View the original article here

Mar 07

Gambar Hari Ini : NGC 660,Galaksi Cincin Kutub

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Galaksi NGC 660 berjarak lebih dari 20 juta tahun cahaya dan terletak di konstelasi Pisces.Penampilan galaksi ini cukup aneh karena galaksi ini mempunyai cincin di kutubnya.

Sebuah tipe galaksi langka, galaksi cincin kutub memiliki populasi substansial bintang, gas, dan debu yang mengorbit dalam cincin hampir tegak lurus terhadap bidang cakram galaksi.Konfigurasi aneh ini bisa saja disebabkan oleh penangkapan material dari galaksi lain yang lewat.

Luas cakram dan cincin dari Galaksi NGC 660 mencakup wilayah sekitar 40.000 tahun cahaya.

Sumber: Apod-NASA

View the original article here

Mar 07

Gambar Hari Ini : Peluru Di Orion

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Peluru Cosmic menembus pinggiran Nebula Orion yang berjarak 1500 tahun cahaya jauhnya yang tampak dalam cahaya inframerah yang tajam dalam gambar ini.Melesat keluar oleh pembentukan bintang masif yang relatif padat serta awan gas panas yang berkisar sepuluh kali ukuran orbit Pluto,yang ditunjukkan dengan warna biru pada gambar.
Bersinar dengan cahaya atom besi yang terionisasi mereka melakukan perjalanan dengan kecepatan ratusan kilometer per detik dan jejak perjalanan mereka terlacak oleh jejak kekuningan yang sangat panas dari gas hidrogen nebula itu.
Bentuk kerucutnya memiliki panjang seperlima tahun cahaya.Gambar rinci diambil dengan menggunakan the 8.1 meter Gemini South telescope di Chili dengan sistim optik adaptif yang baru (GeMS).

Sumber: Apod-NASA

View the original article here

Mar 07

Bukti Baru Sungai Pernah Mengalir di Mars

type=’html’>

Astronesia-Studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Brown University menunjukkan bahwa Mars pernah memiliki dasar sungai kuno. Peneliti menemukan jaringan dari pegunungan sempit di kawah Mars, yang menampilkan sisa-sisa fosil dari retakan tanah.

Retakan tanah itu menunjukkan bahwa air pernah mengalir di Mars. Penelitian ini menambah bukti baru terkait Mars yang memiliki hidrologi aktif.

Dengan hidrologi aktif ini, ilmuwan bisa mendapatkan pengetahuan baru guna mencari bukti kehidupan purba di planet merah tersebut. Ilmuwan meyakini bila aliran air ini masih ada, maka air ini kemungkinan diedarkan melalui celah-celah.

Ilmuwan juga percaya bahwa air yang bersirkulasi tersebut, perlahan akan dapat mengisi celah dengan deposit mineral, yang akan menjadi lebih keras ketimbang batu di sekitarnya. Batu di Mars juga dapat terkikis selama jutaan tahun dan lapisan material mineral keras itu akan tetap ada pada tempatnya.

Untuk menguji hipotesis, ilmuwan memetakan lebih dari 4.000 pegunungan di dua kawah Mars. Ilmuwan menggunakan pencitraan beresolusi tinggi dari Mars Reconnaissance Orbiter NASA.

Hipotesis lainnya juga menunjukkan bahwa struktur pegunungan ini terbentuk dari magma vulkanik yang masuk ke dalam batuan di sekitarnya. “Ini menunjukkan bahwa pembentukan retakan dihasilkan melalui energi dari dampak peristiwa lokal dan tidak berhubungan dengan skala regional vulkanik,” kata peneliti Lee Saper, seperti dikutip Redorbit, Rabu (30/1/2013).

Tim juga menemukan pegunungan yang secara ekslusif berada di area, di mana batuan di sekitarnya kaya akan tanah zat besi-magnesium. Mineral dianggap sebagai tanda bahwa air pernah hadir di bebatuan Mars.

Sumber: Okezone.com

View the original article here

Mar 07

Kiamat 21 Desember 2012 Ternyata Tak Terbukti

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Astronesia-Menurut kalender suku Maya, Jumat, 21/12/2012 merupakan tanggal berakhirnya siklus kalender, yang menandakan pergantian dari baktuns ke 13, menuju baktuns ke 14. Rumor seputar kiamat yang terjadi di 2012 pun, akhirnya bisa disaksikan bersama pada hari Jumat kemarin, yakni tak ada satupun tanda-tanda yang “membahayakan”.

Dilansir Nbcnews, Sabtu (22/12/2012), sejauh ini, tidak ada badai Matahari yang “menggoreng” Bumi, tak ada gunung-gunung yang jatuh ke laut. Matahari terbit di monumen Maya kuno di Meksiko, di mana ribuan orang di sana berkumpul untuk menyongsong era baru.

Lalu apa yang terjadi kemudian? John Henderson, antropolog di Cornell University mengatakan dirinya tidak berpikir bahwa akan ada ancaman yang menghabisi nyawa manusia di Bumi. “Saya tidak berpikir akan ada kawanan jaguar atau macan yang turun dari langit,” celoteh John.

Arkeolog dan astronom telah sepenuhnya menolak segala sesuatu tentang mitos kiamat 2012. Bahkan, suku Maya sendiri tidak pernah berharap dunia berakhir ketika kalender Hitungan Panjang bergulir lebih dari siklus 144.000 hari di 2012.

Medan magnetik Bumi tidak akan rusak. Tidak ada ancaman benda luar angkasa atau planet asing yang akan menabrak Bumi.

NBCnews melaporkan, tidak semuanya tentang 21/12/2012 adalah malapetaka dan kesuraman. Pada hari ini, turis dan para wisatawan berbondong-bondong menuju reruntuhan Maya Chichen Itza.

Mereka menyambut fajar di hari Jumat dan memulai zaman baru dengan ritual lama dan baru. “Ada ledakan kesadaran melalui ini. Kami menjadi milyarder energi. Membuka untuk menerima lebih banyak cahaya dan banyak kebahagiaan,” ungkap musisi asal California bernama Shambala Songstar.

Minu Nair, seorang turis berusia 27 tahun dari India, bercanda tentang hubungan kiamat setelah mendaki ke puncak piramida Maya di Coba, yang membutuhkan satu jam perjalanan dari Chichen Itza. “Setidaknya kami bisa mengatakan bahwa kami melihat akhir dari dunia,” tuturnya sembari tertawa.

Namun, tidak semua menunjukkan keceriaan atau kegembiraan. “Kami harus berhati-hati terhadap psikosis (kelainan jiwa) massa,” ujar peramal Meksiko yang terkenal, Antonio Vazquez Alba. Menurut Associated Press, Vazquez memperingatkan para pengikutnya untuk menjauh dari pertemuan massa pada Jumat.

Ini perlu diperhatikan untuk menghindari kekhawatiran tentang penyerbuan atau bahkan bunuh diri massal seperti yang pernah mereka lihat sebelumnya.

Sumber: Okezone.com

View the original article here

Mar 07

Organisme Ini Bisa Hidup di Planet Mars

type=’html’>

Serratia liquefaciens
Astronesia-Mikroba jenis Serratia liquefaciens yang ditemukan di kulit dan rambut manusia serta ikan bisa bertahan di “Mars”. Mikroba itu dapat bertahan di tekanan rendah, atmosfer yang kaya karbon dioksida dan dingin.

Peneliti menyimpulkannya setelah melakukan studi. Tidak benar-benar di Mars, melainkan di fasilitas penelitian Space Life Sciences Laboratory, Kennedy Space Center, NASA di Florida. Mikroba tersebut ditempatkan di sebuah wadah yang kondisinya diatur sesuai lingkungan Mars.

Andrew Schuerger, mikrobiolog dari University of Florida, mengatakan, Serratia liquefaciens sebenarnya memiliki habitat terbaik di lautan dengan tekanan 1.000 milibar atau 1 bar. Jadi, sangat mengejutkan bahwa bakteri tersebut mampu hidup dalam kondisi tekanan 7 milibar seperti di Mars.

“Ini benar-benar kejutan besar. Kami tak bisa percaya bahwa mikroba ini bisa hidup di 7 milibar. Mikroba ini menjadi obyek penelitian hanya karena mudah dikulturkan dan ditemukan di wahana antariksa,” ungkap Schuerger seperti dikutip Reuters, Rabu (9/1/2013).

Serratia liquefaciens mengalahkan mikroba lain. Selama ini, riset kemampuan hidup mikroba di Mars difokuskan pada mikroba ekstremofil, bisa bertahan di suhu ekstrem dingin atau panas. Ternyata, salah satu mikroba ekstremofil dan 23 jenis mikroba lain yang diteliti justru tak bisa bertahan.

Bersama Serratia liquefaciens, ada enam mikroba lain yang dinyatakan dapat hidup di tekanan rendah, seluruhnya adalah anggita genus Carnobacterium. Meski bisa hidup di fasilitas penelitian, belum tentu semua mikroba itu akan hidup jika dikirim ke Mars.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, misalnya melihat ketahanan pada kadar garam tinggi, lingkungan dengan radiasi tinggi dan kandungan air sedikit. Hasil studi ini dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, 19 Desember 2012 lalu, dan Astrobiology minggu ini. 

Follow kami : Astronesia_Blog

Sumber: Kompas.com

View the original article here

Mar 07

Malam Ini Jupiter Dan Bulan Tampak Paling Terang

type=’html’>

Astronesia-Peneliti mengumumkan bahwa terdapat dua objek paling bercahaya di langit malam pada hari ini, Senin (21/1/2013). Objek paling bercahaya ini ialah Bulan dan Jupiter, yang bila cuaca mendukung, maka objek tersebut akan tampak lebih terang dari hari biasanya

Pada malam ini, selain munculnya Bulan dengan 78 persen lebih terang, terdapat juga penampakan Jupiter yang persis bintang. Namun, tidak seperti bintang yang cahayanya tampak berkerlap-kerlip, planet terbesar di sistem Tata Surya ini akan dapat terlihat bercahaya di langit malam.

Dilansir Space, Senin (21/1/2013), Bulan akan tampak lebih bersinar dan berdekatan dengan objek “bintang” yang terang. Cahaya keperakan yang ada pada “bintang” tersebut merupakan planet terbesar di sistem Tata Surya, Jupiter.

Fenomena ini dapat dilihat dengan jelas apabila cuaca mendukung, tidak mendung dan kondisi langit yang cerah. 21 Januari 2013 merupakan titik terdekat Bulan dan Jupiter hingga dapat disaksikan kembali di 2026.

Pada titik ini, Bulan akan berjarak sekira 248.700 mil (400.500 kilometer) dari Bumi. Sementara Jupiter hampir sekira 1.664 kali lipat lebih jauh di luar angkasa pada jarak 413,8 juta mil (665,9 juta kilometer).

Kabarnya, Bulan bergerak di sekitar Bumi di arah Timur. Jupiter akan dapat terlihat tiga kali lipat lebih terang dari bintang paling bercahaya, Sirius.

Sumber : Okezone.com

View the original article here

Mar 07

Planet Mirip Bumi Ini Mungkin Bisa Dihuni?

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi

Astronesia-Telah lama ilmuwan berupaya mencari potensi kehidupan ekstraterestrial (di luar Bumi). Untuk itulah ilmuwan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) melalui robot penjelajah Mars, Curiosity, telah meneliti tanah, udara dan bebatuan di Mars.

Kendati demikian, eksperimen Curiosity masih belum mampu memastikan apakah planet merah tersebut akan dapat dihuni oleh manusia di masa depan. Tak hanya NASA Curiosity yang melakukan penelitian di Mars, tim internasional dari University of Hertfordshire juga mengungkap temuan baru tentang planet yang kemungkinan layak huni.

Dilansir Independent, Rabu (19/12/2012), ilmuwan mengatakan, sebuah planet dengan kondisi yang bisa mendukung kehidupan, mengorbit matahari lain dan terlihat oleh mata telanjang. Salah satu dari lima planet mengorbit Tau Ceti, yakni sebuah bintang yang mirip dengan matahari di sistem Tata Surya.

Astronom mengestimasi bahwa planet-planet yang mengorbit Tau Ceti ini berukuran dua sampai enam kali lipat dari Bumi. Salah satu dari planet tersebut, dengan lima kali lipat massa Bumi, terletak di zona bintang layak huni.

Dikenal juga dengan sebutan Goldilocks zone, ini merupakan wilayah orbital yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Sehingga, kondisi tersebut memungkinkan untuk munculnya air serta potensi kehidupan.

Karena sulitnya dalam mendeteksi planet ekstra-solar, sebagian besar planet tersebut ditemukan dengan tingkat massa yang tinggi. Keluarga planet Tau Ceti dianggap memiliki sistem solar massa terendah yang belum ditemukan.

Para peneliti menggunakan teknik sensitivitas tinggi dengan mengombinasikan data dari lebih dari 6.000 pengamatan. Pengamatan ini menggunakan tiga teleskop yang berbeda.

“Tau Ceti adalah salah satu tetangga kosmik terdekat. Planet ini memiliki cahaya yang kami dapat pelajari atmosfernya di masa depan,” tutur James Jenkins, anggota dari tim internasional University of Hertfordshire.

Ia mengatakan, sistem planet ini ditemukan di sekitar bintang terdekat, yang juga dekat dengan matahari di sistem Tata Surya. Ini menandakan bahwa sistem planet ini umum atau serupa dengan galaksi Bima Sakti.

Sumber: Okezone.com

View the original article here

Mar 07

Kumbang Kotoran Manfaatkan Cahaya Bintang untuk Navigasi

type=’html’>

Kumbang kotoran
Astronesia-Binatang ini terlihat sangat kecil, tetapi kumbang kotoran memiliki pandangan yang sangat tegas terhadap bintang. Kumbang adalah serangga pertama yang terbukti menggunakan bintang dari galaksi Bima Sakti untuk membantu mengarahkan jalan.

Meskipun mata mereka terlalu lemah untuk membedakan rasi bintang tetapi para ilmuwan meyakini bahwa serangga ini menggunakan cahaya Bima Sakti untuk menavigasi arah jalan mereka agar lurus. Dan juga untuk memastikan agar mereka tidak berputar kembali ke tumpukan bola kotoran si pesaing.

“Bahkan pada malam tak berbulan, kumbang kotoran masih berhasil menunjukkan arah di sepanjang jalan lurus,” kata Dr Marie Dacke dari Universitas Lund, Swedia. Menurutnya, ini mendorong mereka untuk membuktikan bahwa kumbang tersebut mengeksploitasi langit berbintang sebagai arah orientasi.

Lapangan percobaan di Afrika Selatan menunjukkan bahwa kumbang mampu menggulung bola-bola kotoran mereka di sepanjang jalan lurus di bawah langit yang bertabur bintang, tetapi tidak dalam kondisi mendung. Kumbang ini ditempatkan di arena melingkar yang dikelilingi kain hitam tinggi sehingga mustahil bagi mereka untuk melihat lingkungan sekitar.

Dengan tidak ada bulan, mereka butuh waktu sedikit untuk menggulung bola kotoran itu dari pusat arena ke tepian. Dan mereka pada saat itu masih bisa melihat langit. Tetapi ketika mereka tidak bisa melihat ke atas, waktu yang diambil sebelumnya 40 detik untuk mencapai tepian akan bertambah menjadi 124 detik. Mereka tampak berkeliaran tanpa tujuan sebelum mereka mencapai tepi. Percobaan juga diulang di planetarium Johannesburg dengan hasil yang sama.

Kebanyakan bintang akan terlalu redup untuk mata kecil kumbang tersebut. Mereka tidak bisa mengenali rasi bintang hanya saja mampu mendeteksi cahaya Bima Sakti yang melengkung di atas kepalanya.

“Temuan ini merupakan demonstrasi pertama untuk meyakinkan penggunaan langit berbintang dalam orientasi pada serangga,” tulis para peneliti dalam jurnal Current Biology. Mereka menambahkan meskipun penemuan ini adalah deskripsi pertama dari serangga memanfaatkan Bima Sakti untuk navigasi, kemampuan ini mungkin berubah menjadi luas dalam kerangka kerajaan hewan. 

Sumber: Tempo.co

View the original article here

Mar 07

PM Rusia: Alien Mendarat di Negara Kami

type=’html’>

Foto : PM Rusia Dmitry Medvedev (vibizdaily)
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev
Astronesia-Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, para petinggi di Rusia memiliki dokumen bahwa mahkluk luar angkata (alien) mendarat di Negeri Beruang Merah. Dokumen itu adalah dokumen rahasia.
Usai Perdana Menteri Australia berbicara mengenai kiamat Maya, kini giliran Medvedev bicara tentang kehadiran makhluk luar angkasa di Rusia. Perkataan Medvedev hanya lelucon yang diutarakan di sebuah wawancara di televisi.
Medvedev mengatakan, ada dua buah berkas yang menunjukkan tentang pendaratan alien di Rusia. Medvedev pun mengatakan bahwa alien-alien itu tinggal dan menetap di Rusia.
“Saya tidak bisa menjelaskan kepada anda mengenai jumlah mereka, karena hal itu bisa menyebabkan kepanikan,” ujar Medvedev kepada presenter acara Ren TV, Minggu (9/12/2012).
Setelah itu, Medvedev mengatakan bahwa detil-detil mengenai kehadiran alien dapat ditemukan dalam film karya Barry Sonnenfeld, Men In Black. Mantan Presiden Rusia itu menambahkan, agen Men In Black “K” dan “J” mulai merekrut seorang agen baru dari Rusia.

Medvedev memang dikenal sebagai sosok politisi yang memiliki rasa humor yang cukup tinggi. Meski demikian, selera humor pria yang menjabat sebagai Presiden Rusia pada 2008 silam itu jauh lebih halus ketimbang Vladimir Putin.
Berikut Videonya:


Sumber: Okezone.com

View the original article here

Mar 07

Apakah Meteor Yang Jatuh Di Rusia Pecahan Asteroid 2012 DA14 ?

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Jejak ledakan objek yang diduga meteorit di atas Kota Chelyabinsk, Ural, Jumat (15/2/2013) pagi.

Astronesia-Banyak yang bertanya-tanya apakah meteor yang meledak di Rusia, Jumat (15/2/2013) pagi itu bagian dari asteroid 2012 DA14 yang sedang mendekati Bumi. Asteroid 2012 DA14 akan melintas dekat Bumi pada Jumat malam atau Sabtu dini hari nanti.
Tidak ada yang dapat memastikannya saat ini apakah satu rangkaian atau hanya kebetulan semata datangnya hampir bersamaan.
Hasil analisis Badan Antariksa Eropa (ESA), dalam akun Twitter resmi, menyatakan bahwa hasil analisis sementara tidak ada hubungan antara meteor yang meledak dengan asteroid 2012 DA14. Namun, tidak dijelaskan secara rinci bentuk analisisnya.
Profesor astronomi dari Tomnsk State University, Siberia, Rusia, bernama Tatiana Bordovitsina sempat mengemukakan kemungkinan hubungan antara meteor dan asteroid. Dalam wawancara di RIA Novosti, ia mengatakan meteor itu mungkin pecahan asteroid, namun butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.
Dilansir situs Guardian, profesor Ian Crawford dari Birkbeck University, London, Inggris, mengatakan, masih terlalu dini menyimpulkan hubungan kedua benda langit tersebut. Salah satu cara memastikannya, menurut dia adalah dengan menganalisis jejak meteor dari sejumlah rekaman video yang sempat mendokumentasikan detik-detik jatuhnya meteor.
Jika jalur orbitnya sama dengan jalur orbit asteroid, bisa jadi keduanya berhubungan. Namun, secara pribadi, ia memperkirakan meteor yang meledak bukan pecahan asteroid 2012 DA14.
Asteroid 2012 DA14 yang berdiameter sekitar 45 meter saat ini sedang menuju Bumi dan akan berada pada posisi terdekat dengan Bumi pada Jumat (15/2/2013) malam atau Sabtu dini hari.
Benda langit tersebut diperkirakan akan bertahan 33 jam di sekitar Bumi dan Bulan sebelum kembali menjauh. Titik terdekat dengan Bumi diperkirakan 27.600 kilometer, atau lebih dekat daripada orbit satelit geosentris di 36.000 kilometer.
NASA memastikan dari jalurnya, asteroid hanya mendekat dan tidak akan menabrak permukaan Bumi. Jika sampai menabrak Bumi, asteroid sebesar itu bisa menyebabkan ledakan dengan kekuatan 1.000 kali kekuatan bom nuklir di Hiroshima, Jepang.
Meteor yang jatuh di Rusia belum diketahui ukurannya. Namun ledakannya menyebabkan kerusakan di sejumlah kota. Banyak kaca-kaca bangunan pecah sehingga melukai 400 orang. Sebuah pabrik seng di Kota Chelyabinks porak-poranda akibat ledakan tersebut. 

Sumber: Kompas.com

View the original article here

Mar 07

5 Galaksi Paling Terang Dilihat Dari Bumi

type=’html’>

Astronesia-Magnitudo tampak (apparent magnitude) dari suatu bintang, planet,galaksi atau benda langit lainnya adalah pengukuran dari kecerahan atau kecerlangan yang tampak; yaitu banyaknya cahaya yang diterima dari objek itu. Istilah magnitudo sebagai skala kecerahan bintang muncul lebih dari 2000 tahun yang lampau.
Karena banyaknya cahaya yang diterima bergantung pada ketebalan dari atmosfer pada garis pengamatan ke objek, maka magnitudo nampak adalah nilai yang sudah dinormalkan pada nilai yang akan dimiliki di luar atmosfer. Semakin redup suatu objek, semakin tinggi magnitudo tampaknya. Perlu diingat bahwa kecerahan yang tampak tidaklah sama dengan kecerahan sebenarnya — suatu objek yang sangat cerah dapat terlihat cukup redup jika objek ini cukup jauh.
Berikut ini adalah 5 Galaksi yang paling terang terlihat dari Bumi :
5. Galaksi Centaurus A
Centaurus A (juga dikenal sebagai NGC 5128 atau Caldwell 77) adalah galaksi yang menonjol dalam konstelasi Centaurus.Jarak galaksi ini sekitar 10-16 juta tahun cahaya.Magnitudo tampak galaksi ini sekitar 7,84.
4. Galaksi Triangulum
Galaksi Triangulum (dikenal juga sebagai M33 dan Galaxy Pinwheel) adalah galaksi yang berada di konstelasi kecil Triangulum.Galaksi Triangulum memiliki diameter sekitar 50.000 tahun cahaya dan jarak sekitar 3 juta tahun cahaya dari Bumi.Galaksi ini memiliki Magnitudo tampak sekitar 6.27 .
3. Galaksi Andromeda

Galaksi Andromeda (dikenal juga sebagai M31 atau NGC 224 adalah salah satu galaksi di luar galaksi Bima Sakti yang dapat dilihat tanpa menggunakan alat bantu, asalkan dilihat pada malam yang cerah, tanpa bulan dan tanpa polusi cahaya. Strukturnya mirip dengan galaksi Bima Sakti yaitu berbentuk spiral. Jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Letaknya di langit adalah di belahan langit utara, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa langit, baik diamati sekitar bulan September, Oktober, November dan berada pada Konstelasi Andromeda.
Tanpa alat bantu, galaksi ini nampak seperti kabut tipis kecil di langit utara, tapi jika diamati dengan teropong yang dapat menampakkan bintang bintang redup di tepian galaksi Andromeda, ternyata ukuran Andromeda bisa lebih dari 7 kali diamter sudut bulan. Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang, dan bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 300 km/detik.Magnitudo tampak galaksi ini sekitar 4.36

2. Small Magellanic Cloud (Awan Magellan Kecil)

Small Magellanic Cloud (SMC) adalah sebuah galaksi kerdil.Memiliki diameter sekitar 7.000 tahun cahaya dan berisi beberapa ratus juta bintang dan massa total sekitar 7 miliar kali massa Matahari.SMC merupakan galaksi satelit dari Bimasakti kita.Galaksi ini memiliki jarak sekitar 200.000 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki Magnitudo tampak sekitar 2.70
1. Large Magellanic Cloud (Awan Magellan Besar)
Large Magellanic Cloud (LMC) adalah galaksi tidak teratur yang berada dekat dengan galaksi kita dan ilmuwan menyebutnya galaksi satelit Bima Sakti.Berada pada jarak 50 kiloparsecs (˜ 160.000 tahun cahaya),LMC adalah galaksi terdekat ketiga dari Bima Sakti setelah Sagittarius Dwarf Spheroidal (~ 16 kiloparsecs) dan Canis Major Dwarf Galaxy (~ 12.9 kiloparsecs).LMC memiliki massa setara dengan sekitar 10 miliar kali massa Matahari (1010 massa matahari), sehingga kira-kira 1/100 besar seperti Bima Sakti, dan diameter sekitar 14.000 tahun cahaya (~ 4,3 kpc).LMC memiliki Magnitudo tampak sekitar 0.91

View the original article here

Mar 07

2 Komet Dengan Cahaya Paling Terang Lintasi Bumi Tahun 2013

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Komet ISON dan Pan-STARRS
 
Astronesia-Menurut perkiraan dan analisa para pakar, setidaknya ada 2 komet yang akan melintasi bumi di tahun 2013 ini.

Dalam analisanya, para astronom mengatakan bahwa 2 komet tersebut ada kemungkinan dapat dilihat dengan mata telanjang karena cahayanya yang sangat terang.

Seperti dilansir Latino Post (13/01), salah satu komet yang dinamakan Pan-STARRS (C/2011 L4) kemungkinan akan menampakkan dirinya pada bulan Januari dan Februari, namun komet ini kembali muncul dan keluarkan cahaya paling terangnya sekitar bulan Maret mendatang.

Hal tersebut dikarenakan pada bulan Maret, jalur lintas Pan-STARRS sangat dekat dengan bumi. Komet yang pertama kali ditemukan pada tanggal 06 Juni 2011 lalu tersebut dipercaya berasal dari Oort Cloud atau awan komet berbentuk spherik yang berjarak sekitar 1 tahun cahaya dari matahari.

Apabila komet Pan-STARRS akan menghiasi langit di bulan Maret, maka satu komet lagi yang dinamakan ISON (C/2012 S1) akan menampakkan diri di akhir tahun 2013 ini.


Komet yang ditemukan pada tanggal 21 September 2012 oleh Vitali Nevski (Belarusia) dan Artyom Novichonok (Rusia) ini diperkirakan akan nampak di belahan bumi Utara. Komet ISON juga dipercaya berasal dari Oort Cloud.

Walaupun keduanya memiliki jarak lintas yang lumayan dekat dengan bumi, namun para astronom mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena 2 komet tersebut tidak akan membawa dampak negatif apalagi sampai menabrak bumi.

Sumber: Merdeka.com

View the original article here

Mar 07

Meteorit Beri Petunjuk Sejarah Awal Tata Surya

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Meteorit yang diperkirakan berasal dari asteroid Vesta dan Protoplanet
Astronesia-Ilmuwan yang melakukan penelitian terhadap meteorit mengungkapkan bahwa benda luar angkasa dapat memberikan petunjuk terkait sejarah awal sistem Tata Surya. Studi terbaru ini melibatkan meteorit yang tercipta dari asteroid dan protoplanet Vesta.

Dilansir Latimes, Senin (21/1/2013), peneliti meteorit Sahara menjelaskan protoplanet Vesta yang bersuhu dingin, memiliki keterlibatan sangat aktif dalam sejarah kehidupan awal sistem Tata Surya. Vesta yang memiliki lautan magma di bawah eksterior batu, memungkinkan kandungan mineral untuk naik dan turun di antara material lembut dan keras.

Ilmuwan meyakini bahwa protoplanet Vesta mirip seperti yang ada di Bumi dan planet berbatu lainnya di sistem Tata Surya. Ilmuwan mendapatkan data melalui pesawat luar angkasa Dawn milik National Aeronautics and Space Administration (NASA).

“Orang berpikir bahwa asteroid memiliki ukuran besar, abu-abu, dingin dan berbentuk hampir menyerupai kentang, yang suatu waktu dapat menabrak ke dalam Bumi dan mengancam kita,” ungkap Beverley Tkalcec, Planetary Geologist di Goethe University, Frankfurt, Jerman.

Ia mengatakan, asteroid ini memiliki interior dinamis yang serupa dengan apa yang terjadi di awal terbentuknya Bumi. Vesta merupakan asteroid dan protoplanet seukuran wilayah Arizona Amerika Serikat.

Ukuran besar tersebut, memungkinkan proses mencair yang terjadi di tubuh objek luar angkasa tersebut. Dengan terjadinya proses mencair itu, maka material berat akan bergerak ke pusat dan material ringan akan naik ke bagian kerak.

Vesta dan planet kerdil Ceres merupakan target penelitian berikutnya oleh pesawat luar angkasa Dawn. Vesta dan planet kerdil Ceres juga diyakini sebagai embrio planet yang tidak sepenuhnya terbentuk.

Oleh karena material batu pada dua objek luar angkasa itu belum mengalami proses tektonik sebagaimana yang terjadi di Bumi, maka usia Vesta dan planet kerdil Ceres hampir sama tuanya dengan sistem Tata Surya, yakni di lebih dari 4,5 miliar tahun lalu.

Sumber: Okezone.com

View the original article here

Mar 07

Kolektor Meteorit Berlomba Untuk Menemukan Fragmen Meteor Di Rusia

type=’html’>

http://astronesia.blogspot.com/
Sebuah lubang didanau Chelyabinsk yang dibuat meteorit pada tanggal 15 februari 2013

Astronesia-Ledakan meteor terbesar di abad ini telah terjadi di Rusia.Para kolektor sudah menuju kawasan Chelyabinsk di Rusia, berharap menemukan sebuah fragmen dari pecahan obyek seberat 7.000 ton.
NASA memperkirakan meteor Rusia memiliki diameter sekitar kira-kira 50 kaki (15 meter) ketika menghantam atmosfer pagi kemarin (15 Februari) dan meledak menjadi bola api yang lebih terang dari Matahari.

Ini adalah peristiwa terbesar dalam hidup kita, kataagen kolektor batu Michael Farmer di Tucson, Arizona.”Ini sangat menarik,mengumpulkan benda sains dan mungkin mendapatkan keuntungan” tambahnya.

Meteorit di Rusia terdiri dari apa?

Kebanyakan meteor yang masuk ke bumi akan menguap dan hancur di atmosfer,bongkahan batu cukup besar mungkin bisa mencapai tanah, kata Marc Fries, seorang ahli pelacakan meteor dan ilmuwan senior di Institut Planetary Science di Tucson.
Sementara para ilmuwan Rusia belum mengklasifikasikan meteorit itu,gambar dan video yang diposting secara online menunjukkan hasil yang gelap,Fragmen batuan tersebut ditemukan didekat kawah dekat sebuah danau beku.
“Ini memberitahu kepada saya bahwa meteorit yang ada di Rusia  itu bukan meteorit besi, sehingga kemungkinan yang tersisa adalah beberapa jenis chondrite, stony meteorit, kata Fries OurAmazingPlanet.
Meteorit besi juga lebih kecil kemungkinannya untuk hancur di atmosfir daripada meteorit batuan,sehingga Alan  Rubin menduga bahwa bola api yang terjadi di Chelyabinsk adalah sebuah meteor chondrite.Chondrites juga meteorit yang paling umum:Lebih dari 70 persen dari semua meteorit yang jatuh dan terlihat di bumi adalah chondrite, kata Rubin, seorang profesor geologi di University of California, Los Angeles.
Kolektor batu berlomba
Meteor yang jatuh terdiri dari dua kategori besar yaitu : besi dan batu. Meteorit besi terdiri sekitar 90 persen besi, sedangkan meteorit batuan terbuat dari batu dan potongan-potongan kecil logam.
Potongan meteorit di Rusia telah muncul di eBay,tapi kemungkinan besar itu palsu kata Rubin. Gambar yang saya lihat tampak seperti terak, katanya kepada OurAmazingPlanet. (Terak adalah hasil dari peleburan bijih besi.)
Apakah meteor mengungkapkan komposisi mineral langka atau biasa, Rubin mengatakan ia akan sangat  bersemangat untuk melihat beberapa sampel.Komposisi meteorit batuan mengandung petunjuk untuk pembentukan awal tata surya, katanya.
Dengan mempelajari meteorit dan menentukan dari mana mereka berasal, kita dapat membuat peta tata surya awal, dan memberi kita pegangan yang baik tentang asal-usul dari sistem planet secara keseluruhan, katanya.
Dealer batu Farmer mengatakan dia berencana berangkat ke Rusia sesegera mungkin. Saya tidak akan melewatkan ini untuk dunia, katanya.
Mengumpulkan batu untuk ekspor adalah legal di Rusia dengan dokumen yang benar, Farmer mengatakan.Saya berharap banyak fragmen dari meteorit ini berada di pasar dalam beberapa hari, katanya kepada OurAmazingPlanet.
Nilai akan ditentukan oleh kelangkaan batu itu, Farmer mengatakan, apakah meteorit itu memiliki komposisi yang tidak biasa,.

Sumber: Space.com

View the original article here